Program Studi Ilmu Kelautan UMRAH Gelar Webinar Nasional Dalam Rangka Memperingati World Ocean Day 2020

14
559

Tanjungpinang (9/6), Program Studi Ilmu Kelautan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Yayasan Lamun Indonesia (LAMINA) dan Banyan Tree Resort Bintan menyelenggarakan web seminar nasional di bidang kelautan dengan tajuk “Keberlangsungan Biota Laut Terancam Punah (Marine Endangered Species) di Perairan Pulau Bintan” melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal YoTube.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH  Azwin Apriandi, S.Pi, M.Si beliau berharap kegiatan ini menjadi media informasi bagi peneliti, mahasiswa serta masyarakat tentang biota yang dilindungi di perairan pulau Bintan sekaligus mengembangkan rasa cinta terhadap laut untuk terus menjaganya.

“Tentu kita harapkan kegiatan seperiti ini menjadi wadah untuk menambah pengetahuan juga berbagi informasi dan semoga seminar seperti ini dapat dilaksanakan lagi dengan topik yang  menarik lainnya”.

Hadir diantaranya sebagai pemateri yaitu Juraij S.Si, M.Si (Peneliti Dugong) dari Yayasan Lamun Indonesia dan  Renald Yude S.Pi (Praktisi Lingkungan/Marine Conservation Officer) Conservation Lab Banyan Tree Bintan Resort. Jalannya acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Kelautan UMRAH, Aditya H Nugraha M.Si sebagai moderator.

Juraij sebagai salah satu narasumber membahas tentang “Menelisik Kehidupan Dugong dugon di Pulau Bintan”. Dalam pemeparannya, ia menjelaskan beberapa fakta yang belum banyak diketahui oleh  banyak orang yang diantaranya adalah dugong masih satu keluarga dengan gajah dan beliau juga menjelaskan perbedaan dugong, manatee serta pesut yang masih sulit kita bedakan. Selain itu beliau juga menyatakan bahwa dugong di Perairan Pulau Bintan ini masih ada, akan tetapi banyaknya aktivitas manusia di laut menyebabkan dugong sangat sulit dijumpai sehingga kita sering menjumpai dugong ketika sudah terdampar dan mati.

Terkait penyu di Perairan Pulau Bintan sendiri, ditemukan dua jenis penyu yaitu penyu hijau dan penyu sisik. Umumnya penyu tersebut sering menetaskan telurnya di perairan Pulau Bintan. Banyan Tree Resort Bintan, melalui conservation lab telah sejak lama memiliki program konservasi penyu melalui penetasan telur penyu pada habitat semi alami. Semua ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam rangka menyelamatkan keberlangsungan penyu, tutur Renald. Setelah sesi pemaparan dari narasumber dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada sesi diskusi berlangsung banyak peserta yang bertanya terkait materi yang dipaparkan oleh narasumber. Pertanyaan yang diberikan dapat dijawab dengan sangat baik oleh narasumber. Acara webinar nasional  berlangsung selama dua jam  ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Peserta menyatakan webinar ini sangat menarik dan materi yang dipaparkan oleh narasumber sangat informatif.

14 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here