Program Studi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji telah melaksanakan kegiatan Praktikum Terpadu Lapangan Tahun 2026 bertajuk “Sains di Garis Pesisir” yang berlangsung di Desa Pengudang selama tiga hari, mulai tanggal 15–17 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang mengintegrasikan berbagai mata kuliah kelautan secara langsung di kawasan pesisir dan ekosistem laut. Praktikum terpadu ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana,Ibu Indah Kartika,S.Pi.,M.Si, dengan melibatkan dosen pengampu mata kuliah, asisten praktikum, mahasiswa praktikan, serta dukungan masyarakat Desa Pengudang. Kegiatan resmi dibuka oleh Koordinator Program Studi Ilmu Kelautan, Ibu Jelita Rahma Hidayati,S.Kel.,M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembelajaran lapangan sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kelautan dan pesisir. Menurut beliau, praktikum terpadu bukan hanya sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun keterampilan observasi, analisis, kerja tim, dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir dan laut.
Pelaksanaan praktikum hari pertama pada Jumat, 15 Mei 2026 berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pada sesi ini, mahasiswa melaksanakan kegiatan praktikum untuk beberapa mata kuliah, yaitu:




- Koralogi
- Keanekaragaman Hewan Laut
- Mitigasi Bencana
Kegiatan lapangan berlangsung dengan lancar dan mendapat pendampingan langsung dari masing-masing dosen penanggung jawab mata kuliah (PJMK). Cuaca cerah selama pelaksanaan praktikum mendukung mahasiswa dalam melakukan pengamatan ekosistem pesisir dan terumbu karang di wilayah Desa Pengudang. Praktikum mata kuliah Koralogi, mahasiswa melakukan identifikasi bentuk pertumbuhan karang, pengamatan kondisi terumbu karang, serta dokumentasi lapangan untuk analisis kesehatan ekosistem karang. Sementara itu, pada mata kuliah Keanekaragaman Hewan Laut, mahasiswa mempelajari berbagai jenis biota laut yang ditemukan di kawasan pesisir dan intertidal. Untuk mata kuliah Mitigasi Bencana, mahasiswa melakukan observasi wilayah pesisir guna mengidentifikasi potensi risiko bencana seperti abrasi, gelombang tinggi, serta jalur evakuasi dan zona aman di kawasan pesisir Desa Pengudang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya mitigasi berbasis lingkungan dan masyarakat pesisir. Memasuki hari kedua, Sabtu, 16 Mei 2026, praktikum sesi pagi dimulai lebih awal, yakni pukul 06.00 WIB hingga 11.30 WIB dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut. Adapun mata kuliah yang melaksanakan praktikum pada sesi pagi meliputi:


- Pemetaan Sumber Daya Hayati Laut
- Fisiologi Hewan Laut
- Penginderaan Jauh
- Ekolatrop (Mangrove)
Meskipun cuaca hujan sejak pagi, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan baik dan kondusif. Semangat mahasiswa dan dosen tetap tinggi dalam melaksanakan proses pembelajaran lapangan. Pada mata kuliah Pemetaan Sumber Daya Hayati Laut, mahasiswa melakukan pengambilan titik koordinat dan pemetaan sebaran sumber daya pesisir menggunakan metode survei lapangan. Praktikum Penginderaan Jauh juga mendukung mahasiswa dalam memahami interpretasi wilayah pesisir melalui pendekatan spasial dan observasi langsung. Sementara itu, praktikum Ekolatrop (Mangrove) berfokus pada identifikasi vegetasi mangrove, kondisi ekosistem, serta peran ekologis mangrove dalam menjaga stabilitas kawasan pesisir. Mahasiswa juga melakukan pengamatan parameter lingkungan yang berkaitan dengan habitat mangrove. Sesi siang hari kedua yang berlangsung pukul 13.30–17.30 WIB, praktikum dilaksanakan untuk mata kuliah:


- Ekolatrop (Lamun)
- Deteksi Objek Bawah Laut (DOBL)
- Dinamika Pesisir dan Pantai
Kegiatan praktikum lamun dilakukan dengan pengamatan tutupan lamun, identifikasi jenis lamun, serta kondisi lingkungan habitat lamun di kawasan pesisir Pengudang. Ekosistem lamun menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir karena berfungsi sebagai habitat biota laut dan penangkap sedimen alami. Mata kuliah Deteksi Objek Bawah Laut (DOBL), mahasiswa dikenalkan dengan teknik dan metode identifikasi objek bawah laut melalui pendekatan teknologi kelautan. Sedangkan praktikum Dinamika Pesisir dan Pantai, mahasiswa mempelajari karakteristik garis pantai, sedimentasi, arus, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan wilayah pesisir.
Praktikum terpadu hari terakhir dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB untuk beberapa mata kuliah, yaitu:


- Ekotoksikologi
- Kimia Laut
- Mikrobiologi Laut
- Teknik Analisis Kimia Laut
- Bioremediasi
Pada sesi ini, mahasiswa melakukan pengambilan dan analisis sampel lingkungan laut untuk mempelajari kualitas perairan serta interaksi berbagai parameter fisika, kimia, dan biologi di lingkungan pesisir. Kegiatan Ekotoksikologi dan Kimia Laut berfokus pada pengukuran parameter kualitas air serta identifikasi potensi pencemaran lingkungan laut. Sementara itu, praktikum Mikrobiologi Laut dan Bioremediasi memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai peran mikroorganisme dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan proses pemulihan lingkungan tercemar.
Rangkaian Praktikum Terpadu Lapangan “Sains di Garis Pesisir” resmi ditutup pada Minggu, 17 Mei 2026. Penutupan kegiatan dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, Bapak Dr. Arief Pratomo,S.T.,M.Si, Sekretaris Jurusan, Mario Putra Suhana,S.Pi.,M.Si, serta Koordinator Program Studi Ilmu Kelautan, Jelita Rahma Hidayati,S.Kel.,M.Si. Dalam sambutannya, pihak jurusan menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, asisten praktikum, mahasiswa praktikan, serta masyarakat Desa Pengudang yang telah mendukung kelancaran kegiatan selama tiga hari pelaksanaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Pak Arif Pratomo kepada seluruh tim pelaksana, termasuk Pak Udin dan keluarga serta masyarakat Desa Pengudang atas bantuan, dukungan, dan keramahan selama kegiatan berlangsung.


Penulis: M.Johar Rudin,S.Pi.,M.Si

